#topbar{ position:absolute; border: 1px solid black; padding: 2px; background-color: lightyellow; width: 620px; visibility: hidden; z-index: 100; }
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Berita Populer Terkini

Monday, May 14, 2012

CHOLESTEROL, MITOS DAN KENYATAAN .. !!!


Pada umumnya kita “ketakutan” kalau dengar “cholesterol” lantas menghubungkannya dengan “serangan jantung” dan “stroke”. Lalu kita buru-buru check lab.
Atau ada juga yang pantang kuning telur, kalau dikasih telur lantas cuma putihnya yang dimakan, kuningnya dibuang. Atau tidak mau makan telur puyuh karena konon cholesterolnya tinggi...
Ini ada beberapa cukilan dari tulisan Uffe Ravinskov, dari bukunya The Cholesterol Myths, updated by Ben Kim, 14 July, 2011
Dengan beberapa tambahan dari saya untuk menyesuaikan dengan kondisi kita umumnya.
1) Cholesterol bukan racun yang berbahaya; sebaliknya cholesterol adalah zat yang sangat penting untuk berbagai proses dalam tubuh.
2) Anda mau makan banyak cholesterol atau pantang, tidak ada  bedanya. Karena harus ada kadar tertentu dalam tubuh, maka jika anda berpantang cholesterol, hati andalah yang akan memproduksinya untuk mencukupi kebutuhan; jika anda makan banyak cholesterol, hati anda tidak menambah dengan memproduksinya sendiri.
3) Cholesterol tinggi tak terbukti menaikkan serangan jantung, sebab frekuensi serangan jantung sama banyak dengan yang cholesterolnya rendah.
4) Obat yang khusus menurunkan cholesterol tidak terbukti menurunkan angka serangan jantung secara bermakna, malah pada beberapa kejadian meningkatkan potensi kanker dan batu empedu. Statin (Lipitor dan lain-lain), misalnya, memang bisa menurunkan angka serangan jantung tapi bukan karena ia menurunkan cholesterol tapi karena efek mengencerkan darahnya.
5) Bagaimana dengan LDL dan HDL ? Jangan salah artikan dengan cholesterol jahat dan cholesterol baik sebab keduanya bukan cholesterol.
Keduanya adalah lipoprotein yang fungsinya mengangkut cholesterol dalam aliran darah. Keduanya mengangkut jenis cholesterol yang sama.
Yang potensial berbahaya bukan LDL dan HDL tapi cholesterol yang rusak (damaged cholesterol).

Rusaknya cholesterol antara lain karena:
a) Pemanasan berlebihan atas daging dan minyak, misalnya melebihi suhu 120 Celcius dalam jangka lama seperti pada menggoreng dan membakar jangka lama.
b) Tercampurnya protein dan lemak hewani oleh zat-zat yang merusak, seperti pada minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali atau gosong.
c) Kondisi mental yang stres yang menyebabkan meningkatnya hormon kortisol dan turunannya menyebabkan metabolisme cholesterol yang menyimpang sehingga menghasilkan sisa cholesterol yang rusak. Stres memicu diproduksinya trigliserida secara berlebihan, padahal sisa kelebihannya itulah yang merusak.

Nah, LDL adalah yang bertugas membawa semua jenis cholesterol, termasuk cholesterol rusak ini untuk difungsikan. Cholesterol rusak inilah yang menyebabkan penimbunan plak dan mengakibatkan serangan jantung, jadi bukan salahnya LDL.
HDL berfungsi membawa balik semua jenis cholesterol, temasuk cholesterol rusak, yang tak terpakai dalam proses energi, kembali ke hati. Jadi tampaknya HDL punya tugas 'mulia' sebab menurunkan cholesterol dalam darah.
Karena itu yang sangat esensial bukanlah 'berapa besar kadar cholesterol' tapi 'berapa banyak cholesterol rusak yang masuk tubuh anda' serta seberapa banyak trigliserida diproduksi oleh hati.
Pedoman LDL minimal dan HDL maksimal hanya demi mencegah cholesterol rusak dan trigliserida terlalu lama berada dalam aliran darah. LDL minimal: secukupnya asal proses metabolisme energi bisa jalan, HDL maksimal agar segera setelah proses energi selesai, sisa cholesterol segera dibawa balik masuk hati.
Idealnya dianggap aman jika kadar HDL berbanding cholesterol > 25%, dan Trigliserida berbanding HDL < 2.
Jadi bukan kadar mutlak cholesterol atau trigliserida tapi perbandingannya dengan HDL.
Jika cholesterol anda rendah, anda potensial terserang depresi dan malah potensial serangan strokeserta gangguan hormon lain sebab bahan baku hormon adalah cholesterol. Cholesterol rendah juga mengakibatkan kekurangan vitamin D sebab efek sinar ultraviolet matahari baru bisa membangun vitamin D jika badan kecukupan cholesterol di kulit, maka juga potensial pengeroposan tulang dan gangguan syaraf.
Umumnya cholesterol berkisar antara 150 - 350 masih aman sejauh perbandingan dengan HDL terpenuhi.
Anjuran membatasi kadar LDL dibawah 100 tidak didukung fakta penurunan angka serangan jantung. Ini dicurigai merupakan akal-akalan pabrik farmasi saja.
Trigliserida esensial untuk sumber energi. Jika trigliserida anda terlalu rendah, potensial timbul kekacauan metabolisme sebab badan akan 'kebingungan' mendapatkan sumber energi, akibatnya akan membongkar sumber energi darurat badan sehingga malah menimbulkan benda-benda keton yang meracuni syaraf dan otak. Sejauh perbandingan trigliserida berbanding HDL kurang dari 2, itu sudah memadai.
Bagaimana meningkatkan HDL dan mempertahankan perbandingannya dengan cholesterol dan trigliserida yang ideal ?
1) Makanlah mayoritas sumber protein dan lemak asal tanaman: sayur berwarna hijau tua, wortel, tomat, buah (alpukat), kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian, beras dan gandum yang masih berkulit ari, kelapa. Dari sumber hewani: telur lengkap (putih dan kunin telur), ikan air. Hati-hati, yang berbahaya dari telur dan ikan adalah jika diternakkan dengan pakan pellets, sebab umumnya mempunyai kandungan antibotika dan hormon pertumbuhan. Yakinkan bahwa sumber pakannya organik.
2)  Hindari makanan gosong, penggunaan minyak goreng yang sudah gosong, daging yang diolah pada suhu tinggi dan proses pemasakan lama dan juga sumber makanan yang sudah membusuk walau hanya sebagian.
3) Tetap  beraktivitas dan latihan fisik teratur dan terukur, cukup tidur malam, 'nap' yang memadai, kelola stres dengan bijak, hiduplah bermasyarakat secara sehat. Dan jangan kuatir terpapar sinar matahari asal tidak  berlebihan.
4) Hiduplah harmonis bersama alam, tidak usah mencoba melakukan modifikasi atas apa yang sudah diberikan alam: makanlah telur, kuning dan putih bersama. Memang sebaiknya jangan diolah sampai matang betul (hard boiled) atau digoreng (jika hendak diceplok atau didadar, pakai minyak baru atau mentega dan segera diangkat), tapi masaklah bersama lauk biasa yang digodok atau rebus 3/4 matang saja.
Untuk anda ketahui saja, jika kita makan hanya putih telurnya, anda terpapar zat kimia anti-vitamin B6 badan anda akan defisit vitamin ini. Pada kuning telurlah terdapat zat kimia yang menetralkan anti vitamin B6 itu.
Makanlah ikan atau daging apapun sejauh berasal dari peternakan organik (bukan pellets atau 'fur') dan hendaknya dimasak dengan suhu sedang (kurang dari 120 Celsius, artinya bukan digoreng atau dipanggang, tapi dimasak dalam kuah: Digodok !!! 
Sekali lagi yang menentukan bukan macam ikan atau daging atau telur, melainkan bagaimana ia diolah, yaitu dengan menghindari rusaknya cholesterol karena suhu tinggi atau efek pakan ternak yang penuh suplemen yang mengubah sifat alami cholesterolnya.
Aslinya kiriman Drg. Andreas Adyatmaka dalam bahasa Inggris...

Diambil dari :plnjatimmembers@googlegroups.com

No comments:

Post a Comment